Blunder beladiri, Filosofi ilmu seni Bela diri
M’r
Jika kita sebut
pencat silat, manca’, Krav maga, kick boxing, thai boxing dan kungfu wing chun
dan yang lainnya. Maka yang ada didalam benak kita adalah jurus untuk mematikan
lawan, menahan serangan, memberikan pukulan fatal. Hingga lawan dapat rubuh dan
kalah. Secara definisi yang liar. Semua itu adalah ilmu bela diri. Namun apakah
pernah terbesik dibenak anda sebuah pertanyaan bijak. Apa sih Filosofi bela
diri?.
Jika manusia
dapat mengetahui dirinya. Atau socrates mengatakan kenali dirimu. Maka manusia
akan tahu potensi yang autentik didalam materinya. Semua manusia memiliki
potensi untuk mempertahankan dirinya dan membela dirinya. Semua manusia
memiliki naluri untuk memiliki ilmu bela diri.
Filosofi bela
diri, jika dikenali maka manusia akan menuju pada kebijakan diri. Kesederhanaan
hidup. Dan kemewahan cinta. Beladiri berkembang menjadi sebuah ilmu. Beladiri memiliki
ilmu karena bela diri juga memiliki metode tersendiri yang dikuasai dengan cara
belajar yang giat dan disiplin.
Jika ditengok
dari sudut mata kritisisme. Hikmah dibalik kata ilmu yang disandang oleh bela
diri adalah. Seorang yang menjadi mahir bela diri. Harus memiliki kebijakan
diri. Karena seorang yang berilmu adalah orang orang yang menjadi bijak dan membijakkan
dirinya juga membijakkan lingkungannya.
Filosofi dari
bela diri. Secara epitimologi bela diri terdiri dari dua kata. “Bela” dan “Diri”.
Jika dielaborasikan lebih mendalam. Kata “bela” menurut KBBI adalah menjaga
baik-baik, memelihara dan merawat. Sedangkan “Diri” menurut KBBI adalah orang,
seorang, terpisah dari yang lain. Maka jika digabungkan Beladiri adalah usaha
untuk menjaga baik baik diri dari segala yang mengancam.
Dari epitimologinya.
Ilmu bela diri adalah metode untuk menjaga baik-baik diri sendiri dan diri yang
lainnya(orang lain) dari segala hal yang mengancamnya. Maka jika selama ini ada
manusia bodoh yang mengartikan bahwa. Ilmu Bela diri adalah metode untuk
menyerang, melumpuhkan dan menjajah orang lain demi kepentingan diri adalah manusia
dengan blunder yang paling memalukan.
Ilmu bela diri
sehakikatnya adalah ilmu yang memperdayakan potensi besar yang dimiliki seorang
manusia. Ilmu bela diri diperdayakan saat manusia sedang merasa sangat terancam.
Sebagai seorang yang berjiwa ahimsa (anti kekerasan). Ilmu bela diri seharusnya
berisi jurus-jurus untuk mempertahankan diri dengan presentasi 80% lebih banyak
saat bertarung. 20% lebihnya adalah jurus untuk menyerang tanpa memberikan luka
yang sangat fatal. Ilmu bela diri yang berujung pada kematian lawan adalah
blunder dari ilmu bela diri yang sematanya keluar dari tubuh “bela diri”. Sehakikatnya
ilmu bela diri adalah untuk memberikan rasa aman dan kedamaian.
Batasan yang
lain. Bela diri juga dimasukkan dalam kelompok seni. Maka beladiri juga akan
lebih lengkap jika disebut sebagai sebuah keindahan. Maka bela diri yang adalah
untuk menghancurkan dan melukai secara fatal buklanlah sebuah keindahan. Tidak ada
seni untuk membunuh. Hanya manusia physicopat yang berusaha menegatifkan hal
itu. Seni adalah pos keindahan. Membunuh, melukai adalah negasi dari keindahan.
Maka bela diri ditekankan adalah seni yang sangat indah dengan gerakan tubuh
yang mempesona.
Maka habislah
sudah. Filosofi beladiri. Adalah semata-mata ilmu dan seni untuk memperdayakan
diri autentik. Aku membela aku yang ada didalam aku. Juga membela aku yang ada
didalam akunya dia. Apakah dengan tangan kosong dan senjata. bela diri adalah
daya untuk membela hak untuk hidup dengan lestari dan damai.
Maka setiap
manusia yang mendalami ilmu seni bela diri. Mutlak menyederhanakan dirinya dan
membunuh kesombongan yang ada berputar kencang di poros libidonya. Setiap manusia
juga harusnya mendalami ilmu seni bela diri. Karena hikmah dan nilanya amat
kaya untuk dipelajari.

mantap kali bung
BalasHapuspenuh makna