PERANG DUNIA KE EMPAT.
“PERANG MELAWAN SEMUA MANUSIA.”
Konsep neoliberalisme dalam tatanan “dunia baru.”
PERANG, mungkin setelah mendengar kata itu.
Otak manusia akan langsung otomatis memikirkan peristiwa berdarah, mimik yang sedih, penjajahan, tanah yang bergetar ketika rudal berjatuhan,
orang-orang betubuh kekar memegang senjata dan korban berjatuhan dimana-mana,
kemiskinanan merebak, kelaparan meraja lela dan rakyat bersatu untuk melawan
musuh.
Perang dunia pertama dan kedua. Perang yang
begitu melegenda. Dan setiap manusia yang mempelajari sejarah. Akan menemukan
dua topik utama yang mewarnai jalannya sejarah besar dunia modern. Dan bebarapa tokoh lahir sebagai tokoh yang kejam lagi berpengaruh. Lahir
diktator bengis sekaliber Adolf Hitler yang begitu menyeramkan dan menarik. Dan
peristiwa penyerbuan Pearl Harbour oleh tentara samurai Jepang dan kemudian
dibalas secara telak oleh dua bom atom yang terjun bebas didua kota besar
jepang, yaitu Hiroshima dan Nagasaki oleh Amerika serikat.
Pasca peparangan besar terjadi, peta dunia
akan berubah. Ada wilayah negara yang semakin meluas atau ada negara yang
wilayahnya semakin sempit. Hilangnya sebuah negara atau munculnya negara baru.
Dan kita diharuskan membeli peta baru yang akan dipajang didinding kelas.
perang
dunia kesatu dan dua telah berakhir, dan
saat ini masing-masing negara membuat perjanjian bilateral, ataupun
multilateral. Dan lahirnya PBB sebagai pemegang kekuasaan untuk mendamaikan
dunia. Gesekan antar dua negara seminimal mungkin dihindari. Dan semua makhluk
katanya hidup dengan damai.
Namun saudara-saudara sekalian. Meski terdengar konspirasi, peperangan ternyata belum usai. Tidak akan
ada kata damai. Perang dunia keempat baru saja dimulai. Namun sebelumnya
melewati Perang dunia ketiga yang disebut sebagai perang dingin. Perang yang
berlangsung dari tahun 1946 (sebut saja setelah pemboman Hiroshima) sampai
sekarang. Perang yang juga besar yang terdiri dari peperangan lokal. Perang Vietnam
misalnya antara Vietnam selatan dan Vietnam utara. Atau gesekan –gesekan yang
sering terjadi antara dua korea. Dimasing masing perang lokal ini ada sutradara
yang mengendalikan dari behind the scene.
Sutradara itu adalah dua negara adikuasa dan
adidaya, Amerika dan Uni soviet dan beberapa boneka-bonekanya . dan yang
menjadi aktornya adalah 1) Mayoritas negara biru eropa.2) Amerika latin, Afrika
dan oceania.
Perang dingin, perang yang terjadi tanpa ada
pertemuan secara langsung, perang tanpa tatap muka, atau dibahasakan secara
keren, sebagai perang yang terjadi dari balik layar. Watak peperangan dari para
aktor bisa tergembarkan dari orientasi persenjataannya dan bebarapa pemegang
senjata dari peperangan lokal yang terjadi.
Saat Uni soviet pada perang dingin mendapati
kekalahannya dengan kehancuran secara majas tersirat. Dimana banyak wilayahnya
memisahkan diri dari Uni Soviet dan membentuk negara baru yang berdaulat. Saat
Uni soviet runtuh, perang dunia keempatpun dimulai tanpa mengakhiri perang
dunia ketiga.
Misi perang dunia keempat adalah merubah peta
secara besar-besaran. Peta dunia yang akan disebut sebagai peta dunia unipolar.
Dimana tidak akan ada lagi ratusan negara. Yang ada hanya satu negara tunggal
yang mendominasi pemerintahan dunia. Inilah yang disebuat Amerika sebagai The
New World. Dan senjata ampuh yang digunakan untuk menjalankan misi ini adalah
senjata mutakhir yang tidak menghancurkan tubuh berkeping keping tapi lebih
mematikan dari pada nuklir. Ialah senjata Globalisasi.
Senjata Globalisasi muncul seiring Komputer
diciptakan. Konsep globalisasi adalah apa yang disebut sebagai
“Neoloberalisme”. Sebuah agama baru yang menghalalkan dan mewajibkan pemakaian
senjata globalisasi pada perang dunia keempat.
Dan yang akan menjadi musuh pada perang dunia
keempat adalah MANUSIA tanpa menyebut asalnya. Senjata globalisasi akan
menembak manusia secara membabi buta. Perang dunia keempat akan menghancurkan
manusia seraya menguniversalkan pasar. Siapa saja yang mencoba untuk menentang
logika pasar adalah musuh utama yang harus dihancurkan. Dalam artiannya siapa
saja yang mengaku manusia akan terancam dan tidak akan selamat selain memihak
dan menjadi budak pasar. Semua orang yang mengakui dirinya bebas apakah orang
adat, orang pedalaman, cendikiawan, seniman, filosof, adalah orang orang yang
sebenarnya menjadi budak yang paling menderita.
Senjata Globalisasi pada perang dunia keempat
akan menghancurkan semua negara, tanah yang tadinya subur diubah menjadi gurun
yang gersang, setelah negara itu hancur globalisasi kembali membangun.
Rintangan pertama adalah adalah negara yang berbangsa mereka digempur dan
dihancurkan. Bila bahasa-bahasa nasionalisme masih lancar dilafadzkan mereka
akan juga digempur habis –habisan, dan sebuah bahasa baru digencarkan. Bahasa
baru itu adalah bahasa Komputer. Semua orang yang jiwa nasionalismenya begitu
menggelora dianggap sebagai penghalang masuknya pasar global mereka harus
dihajar hingga babak belur dan mati secara
mengenaskan. Dan semua sejarah bangsa juga harus dihapuskan dan dilupakan.
Karena itu bertabrakan dengan agama “neoliberalisme”.
Dalam dunia baru, hanya akan ada satu pasar
tunggal, dimana semua manusia hanya menkonsumsi satu produk yang sama, setiap
pagi memakan roti yang sama, susu yang sama, sisanya memakan nasi dari pasar
yang sama. Malamnya makan ikan yang sama. Dan begitu seterusnya. Rakyat tidak
lagi bertindak sebagai warga negara tetapi sudah menjadi warga dunia. Hingga
hilanglah kalimat “ saya dari negara Indonesia yang ramah” menjadi “ saya dari
dunia yang sama denganmu.”
Saudara sekalian dalam dunia baru orang yang
punya banyak pengetahuan dan orang-orang yang dikatakan bijak tidak lagi
berguna. Yang berguna hanyalah orang orang yang banyak pembeliannya pada pasar
menjadi raja konsumerisme. Dunia baru yang begitu menyeramkan bukan. Dan sebuah
pertanyaan muncul dengan apakah kita melawan.? Jawabannya adalah pikirkan
sendiri wahai saudara-saudara sekalian.
Tempatkan diri pada tempat yang kamu inginkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar