Filsafat
ingin jadi Sandal Jepit.
M’R
Filsafat yang adalah secara epitimologi berasal
dari bahasa Yunani yakni Philein “ Cinta” dan Shopien “Bijaksana”. Secara terminilogi.
Filsafat adalah kegiatan cinta untuk mencapai keagavean. Namun berapa kalipun
Filsafat itu terdefinisikan Filsafat selalu bisa keluar dari batasan itu. Hingga
Filsafat itu mengahdirkan kemesteriuasan yang mempesona.
Filsafat jika diibaratkan adalah sebuah musik. Maka
jika indra didengarkan musik Filsafat nilainya amatlah indah dan merdu tapi musik
itu tak dapat dimengerti karena tak memiliki lirik lagu. Itulah Filsafat. Bagi
umum manusia. Filsafat dipandang sebagai awan tanpa bentuk. Artinya Filsafat itu
abstrak, membingungkan dan misterius. Dan sebagian oknum manusia kotor
menganggap filsafat adalah penjahat yang ribut dan suka pamer. Hingga dibenci
dan dicaci maki sedemikian rupa. Padahal Filsafat Hadir untuk menjadi pahlawan
bagi segala penjahat kebodohan.
Filsafat yang sering dianak tirikan bagi para
pramanusia(manusia bodoh). Atau Filsafat selalu disalah artikan bagi manusia
yang soktahu akan Filsafat. Namun seperti itulah memang sosok makhluk bernama
Filsafat. Sosoknya terlalu tampan untuk dipandang bagi manusia jelek. Filsafat
terlalu besar bagi manusia kecil dan Filsafat adalah seorang pangeran Bijaksana
yang tak dihargai bagi rakyat manusia miskin.
Maka untuk mengatasi masalah itu. Filsafat yang
adalah raja pemikiran berusaha untuk membuka jubah kebenarannya yang terlalu
megah untuk dipandang oleh mata manusia buta. Ia mencoba menjadi Sandal Jepit.
Tapi apakah Sandal Jepit itu?. Inginkah Filsafat
yang agung itu menjadi sandal Jepit yang
rendah dan murahan itu. Filsafat yang adalah pecinta sang bijak ingin
mempengertiankan dirinya bagi semua manusia tanpa terkecuali. Filsafat ingin
memperkenalkan dirinya sesederhana mungkin bagi semua binatang yang berpikir.
Filsafat ingin membumikan dirinya.
Sandal jepit atau sandal Jepang adalah alas kaki
yang berwarna-warni dengan alas tanpa hak dan bagian atasnya tanpa penutup
hanya ada Tali dengan bentuk V. Dalam sejarah panjangnya Sandal Jepit sudah
sangat tua. Kehadirannya sudah ada pada zaman mesir kuno. Dan ia amat merakyat
di Jepang. Sandal Jepit di Indonesia sendiri dipakai oleh semua kaki tanpa ada
kata lapisan.
Filsafat yang selama ini di caci maki karena kurangnya
pengetahuan akan filsafat. Maka Filsafat ingin membela dirinya menjadi Sandal
Jepit. Filsafat ingin menjadi alas kaki tanpa hak. Sehingga Filsafat mudah menemani
setiap langkah manusia di daratan kehidupan. Filsafat ingin jadi alas kaki
tanpa penutup dibagian atasnya. Agar Semua binatang yang berakal dapat memasuki
Filsafat tanpa penghalang. Filsafat Ingin jadi Sandal Jepit agar dapat dipakai
oleh semua kaki akal manusia tanpa ada kata lapisan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar