BERSAHABAT
DENGAN NAFSU
M’R
Perang melawan
nafsu. Hadis Rasulullah mengatakan inilah perang yang paling besar, paling
susah dan yang paling banyak menelan korban. Bahkan perang melawan nafsu lebih
kejam dari perang melawan pasukan mongol, dan lebih jauh membahana dari perang
dunia. Mengapa demikian hebatnya perang melawan nafsu itu?.
Jika dibandingkan
dengan perang antar manusia. Perang melawan nafsu adalah perang melawan musuh
yang tak tampak. Atau perang dengan sesuatu yang maya yakni nafsu. Bagaimana bisa
membunuhnya?. Dan bagaimana bisa dijatuhi bom nuklir? biar cepat saja musnah. Tapi
nafsu bukan materi yang bisa dimusnahkan. Dia musuh yang sekali menggoda saja.
manusia bisa menjadi mayat hidup.
Lalu bagaimana
metode untuk melawan nafsu itu. Caranya ia lah. Beriman pada yang ditakuti oleh
nafsu. Beriman kepada yang ditunduki oleh nafsu. Siapa yang dia tunduki. Dialah
Tuhan yang maha melindungi. Tuhan yang berada didalam hati adalah senjata
paling ampuh untuk mengusir nafsu bahkan bisa memusnahkan nafsu.
Namun. Sebagai seorang
yang moderat. Nafsu tidaklah juga harus dipandang sebagai sesuatu yang
mengganggu juga mengancam. Nafsu kadang bisa bersahabat jika coba
dipersahabatkan. Nafsu ibarat seekor binatang buas. Jika dapat dijinakkan ia
bisa menjadi pelindung juga penghibu lara.
Tetapi nafsu
tetap saja bagi manusia awam. Harus dipandang dengan kehati-hatian. Sahabati nafsu
dengan sebutan Dzikrullah. Berikan nafsu sebuah makanan puasa. Beri minum nafsu
itu dengan kerendah hatian. Jika nafsu telah menjadi seorang sahabat. Maka nafsu
bukanlagi menjadi seorang musuh. Maka peperanganpun telah berakhir.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar