
TUHAN MAHA PLAYBOY ?
M’R
Jasad Laki-laki yang selalu mengganti tangan
wanita yang digenggamnya. Atau jiwa libido laki-laki yang cepat bosan dengan
kata sayang dari satu wanita saja akan di judge sebagai playboy. Secara harfiah
itulah batasan playboy. Secara terminologi PlayBoy adalah sebuah istilah dari
bahasa Inggris untuk Pria yang menghabiskan kehidupannya dengan
bersenang-senang dalam petualangan cinta. Playboy dengan lambang kelinci manis
itu selalu di anak tirikan bagi sebagian wanita yang terlalu haus dengan
kesetiaan. Dia, seorang PlayBoy dijadikan Phobia bagi wanita yang anti dengan
penghianatan. PlayBoy lebih parah lagi dianggap sebagai penghianat cinta tingkat
berat yang harus dihukum mati. Sadis banget. Padahal harus dimengerti,
laki-laki didalam jasadnya ada jiwa petualang yang selalu ingin mencari tahu. Selalu
ingin menjelajahi tempat baru. Maka jika subjek petualang itu dimasukkan
kedalam kategori petualang cinta. Ibarat Laki-laki itu akan menyusuri
jalan-jalan setapak di hutan cinta. Setiap hari, dia akan Bertemu dengan banyak
makhluk wanita yang indah. Mengagumi setiap paras tuhan di wajah wanita. Semua yang
dikaguminya tentu membuatnya penasaran. Maka tiada cara selain mendekati, dan
mengenal lebih dalam lagi. Laki-laki mendekati semua makhluk wanita di hutan
itu. Namun akhirnya nanti. Hanya satu makhluk wanita yang dapat dibawanya
keluar dari dalam hutan cinta. Bukan untuk menjadi peliharaan. Tapi menjadi
pendamping dalam garis tawaf kehidupan. Itulah sosok playboy dimata penikmat
petualang cinta.
Namun siapakah yang menciptakan PlayBoy?. Kita
sepakat PlayBoy juga manusia dong. Maka PlayBoy juga makhluk ciptaan Tuhan. Tapi
Apakah Tuhan juga PlayBoy. Tentu tidak. Jika Playboy adalah istilah bagi
permainan laki-laki. Maka untuk permainan Tuhan, kata MahaPlayBoy lebih cocok
disandangnya sebagai yang maha maskulin. Tapi kata mahaPlayGirl juga cocok disandangnya
karena Tuhan juga MahaFeminim. Kedua kata ini menyebabkan keambiguan. Tapi Tuhan
tidaklah maha Ambigu. Maka untuk mengatasi kerancuan itu. Playboy and playgirl
disatukan menjadi Playabsolut atau playgod. Maka Tuhan adalah yang Maha
PlayGod.
Jika Playboy adalah istilah bagi permainan laki
laki untuk kesenangannya. Maka esensi maha PlayGod adalah istilah bagi
permainan cinta untuk kerahmatannya bagi keseluruhan selain yang Absolut. Jika
Playboy dikambing hitamkan bagi segala kasus penghianatan hubungan. Maka mahaPlayGod
di anak emaskan bagi segala bentuk cinta suci yang dipancarkannya karena Tuhan
yang MahaPlayGod tidak akan pernah berkhianat. Cintanya bukanlah sebuah
petualangan tapi sebuah kebenaran. Manusia hanya berdiam diri saja, cinta itu
sudah terasakan lewat nafas hembus pompa pernapasannya. Laki laki menjadi
PlayBoy untuk mendapatkan kepastian cinta dari segala keteraniyaan sunyi
didalam hati. Tapi Yang Maha PlayGod memberikan cinta bersama kepastian balasan
tanpa permintaan. Tuhan dalam permainan cintanya tidak menawarkan teka-teki
atau permainan Puzzle yang super membingungkan. Tuhan memberikan cintanya tanpa
predikat,embel-embel murni adalah ketulusan.
PlayGod adalah titik kesempurnaan sebuah cinta. Tuhan
selalu bermain dalam setiap sejarah peradaban cinta. Tuhan selalu menjadi
sutradara,produser,editor dan aktor sekaligus stunt atau pemeran pembantu dalam
drama-drama kolosal cinta. Tuhan selalu hadir dalam setiap bait bait suci
syai-syair cinta. Tuhan selalu menampakkan dirinya ditengah manusia-manusia
yang menyembunyikan cintanya. Tuhan selalu
masuk dalam setiap cerita magnum opus yang menggugah. Dan Tuhan selalu Absent atau
hadir dalam setiap doa para pecandu cinta.
Maka berhentilah bagi para phobia playboy untuk
mengkambing hitamkan para PlayBoy. Karena sesungguhnya. Didalam keautentikan
dirinya. Aku yang berada dalam akunya ada proyeksi dari kemahaPlayGod milik Tuhan.
Atau secara sederhana. Dalam Diri PlayBoy ada kemaha PlayGod Tuhan. Dalam setiap
petualangan cinta PlayBoy ada Tuhan yang berperan penting sebagai pemandu
wisata dalam hutan cinta. Maka playboy juga manusia yang adalah ciptaan Tuhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar