DARI
MANAKAH ALAM INI TERCIPTA?
Ada sebuah pertanyaan besar dan
mungkin menjawabnya akan sangat butuh berbagai alasan untuk menghindarinya bagi
manusia sok sibuk. Pertanyaan itu adalah, dari manakah terciptanya alam semesta ini.? Atau
bagaimanakah alam ini
tercipta?. Pertanyaan ini adalah sangat fundamentalis. Dan menjadi
pertanyaan yang super kuno. Namun sampai sekarang ada berbagai tesis yang
begitu lemah untuk antitesiskan.
Dalam catatan
sejarah. Thales adalah manusia bijak yang pertama kali memunculkan pada dirinya
sendiri, Pertanyaan fundamentalis tersebut dan di jawabnya juga dengan jawaban
untuk dirinya dan sekitarnya. Thales percaya diri mengakui bahwa jawaban dari
pertanyaan, dari manakah Alam semesta ini tercipta?. Adalah Air. Air adalah
adalah unsur pertama yang mengakibatkan muncul bentuk alam semesta. Dan jawaban
Air ini pulalah mengawali perdebatan panjang mengenai pertanyaan fundamentalis
yang menggoda logika dan eksperimen itu.
Aristoteles yang
adalah manusia super bijak. Ambil bagian dalam perdebatan alam semesta ini. Beliau
mengatakan bahwa alam ini qadim. Tuhan bukanlah pencipta tapi dia adalah
penggerak pertama. Tesis itu lalu dibantah kemudian oleh reinkarnasi Plato
yakni Platon yang bermazhab platonisme. Platon menjawab pertanyaan alam semesta
itu dengan teori pemancarannya. Bahwa Tuhan adalah yang menciptakan lalu bagai
seperti air yang mengalir dari Tuhan atau nous (Ruh) yang mencipta pertama ini
muncul bentuk kedua. Dari bentuk kedua ini muncullah bentuk ketiga. Perdebatanpun
semakin membingungkan dan semakin menghebohkan kancah perakalan manusia.
Pada masa
renaisance pertama Islam. Muncul Alkindi sebagai predikat bapak filosof islam
pertama. Yang datang juga menghadirkan antitesis dari tesis Aristoteles. Al
kindi berpendapat bahwa Tuhan adalah yang menciptakan alam semesta. Maka alam
semesta adalah bukan qadim atau bukan abadi. Al-Gazali lalu datang menghadirkan
warna yang lain pada proses penciptaan alam semesta ini dengan tanggapannya
bahwa Tuhan menciptakan alam semesta ini jika berkehendak maka akan tercipta alam
semesta dalam sekejap. Pendapat Algazali tidak bertahan lama meski ahlu sunnah
masih meyakini itu. Datanglah Ibn Rusyd dengan membawa surah Annur ayat 7 yang
mengatakan adalah sesuatu yang mustahil bahwa alam semesta ini tercipta dalam
waktu yang sekejap. Dia berproses dalam enam hari seperti yang dijelaskan pada
surah An nur ayat 7 itu. Mungkin perdebatan pertanyaan fundamental ini di
klimakskan oleh Al Farabi dengan teori emanasinya yang terkenal dan beresonansi
kezaman yang
sekarang dan mungkin juga akan datang.
Secara
sederhananya. Teori emanasi adalah teori untuk menjelaskan proses penciptaan
alam semesta juga sekaligus berusaha menselaraskan antara kebenaran yang
dikandung teks Al-Qur’an juga kebenaran yang dikirakan oleh Filsafat. Proses emanasi atau proses pemancaran
amatlah membingungkan tapi dari kebingungan itu. Dapat ditarik sebuah
kerasionalan bahwa Tuhan adalah yang awwalu dari yang banyak. Atau Tuhan itu
tunggal yang menciptakan banyak. Secara sederhananya teori emanasi mengatakan
bahwa Tuhan yang maha Esa mampu menciptakan yang banyak.
Proses emanasi ini menghasilkan 10
wujud yang diawali oleh tuhan dan diakhiri pada wujud 10 yakni bumi. Setiap wujud
berpikir akan dirinya lalu terciptalah wujud yang lain. Dan proses berpikir itu
berhenti di wujud 10. Dari teori emanasi ini . era modern menghasilkan teori
Bigbang yang berhubungan dengan teori emanasi. Maka bukanlah suatu yang
mustahil untuk menjawab pertanyaan dari manakah alam ini tercipta?. Juga bukan
suatu yang dilarang jika akal mencoba mencari jawaban dari pertanyaan itu.
Hikmah yang dapat diambil pula. Bahwa
Al-Farabi sebagai pencetus dari teori emanasi dan dijelaskan kembali oleh
ilmuwan terbesar yakni Ibn Sina adalah berasal dari Wahyu Al-Qur’an. Yang kebenarannya
adalah mutlak. Tapi meskipun mutlak ada proses yang harus dituju pada peraihan
kemutlakan itu. Yakni proses bertanya juga menjelaskan. Al Farabi sebagai
seorang jenius melakukan hal itu. Menjadikan Al-Qur’an sebagai tolak ukur dari
jawaban untuk pertanyaan dari manakah alam ini tercipta?.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar