AGAMA
CINTA
M’R
Di kala pohon khuldi memulai sejarah eksistensi
makhluk predikat khalifah. Adam terusir kerena nikmat sebuah khuldi. Harmoni
yang menyendiri terusik oleh permusuhan. Habil dan Qabil sebagai subjek manusia
pertama yang mewarisi harmoni dan permusuhan. Meski permusuhan kala itu menang
secara fisik. Namun Qabil kalah telak oleh eksistensi Habil.
Sibapak monotheisme Ibrahim datang pula
menancapkan tawaf kehidupannya. Ismail hadiri dari kasih sayang Hajar.
Sedangkan Ishak lahir dari kecemburuan dan kehormatan. Pertarungan antara
Harmoni dan permusuhan kembali berlanjut.
Dibawan phon Bodhi. Seorang nabi Budha Sidharta
Gautama menghadirkan dirinya. Melucuti setiap pernak pernik kekuasaannya.
Mencoba mempersahabati segala permusuhan yang ada pada akunya. Memenuhi setiap
nadi permusuhannya dengan syimphony harmoni yang indah.
Hadir pula pada kegelapan gua hira. Sebuah cahaya
yang menerangi seluruh galaksi. Cahaya yang bernama Muhammad itu berhasil
mengislamkan permusuhannya. Antara islam dan harmoninya menjadi agama cinta.
Alfarabi lalu mendera sebuah adagium. “ Agamaku
adalah Agama cinta apapun agama itu selama ada cinta itulah agamaku.” Dengan
agama cinta harmoni dan permusuhan menjadi cinta. Jika harmoni. Jika harmoni
lebih kuat maka di penuhi cinta, jika hanya permusuhan maka cint sedang tidur.
Bersama agama cinta kita mengahrmonikan eksistensi. Marilah kita beragama cinta
bukan mencintai Agama.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar